Bersabar Menghadapi Cobaan
Semua di antara kita pasti pernah mengalami cobaan hidup. Dan ucapan yang paling sering aku dengar dari orang yang sedang mendapat cobaan dari Tuhan adalah :”Kenapa harus saya yang harus mengalami ini semua? Kenapa bukan orang lain yang mengalaminya?”
Teman, Tuhan memberikan cobaan dan ujian dalam kehidupan kita bukan berarti Ia ingin menyusahkan kita, tetapi justru cobaan yang diberikan kepada kita itu ialah bentuk dari kasih Tuhan kepada kita. Kenapa? Analoginya sama seperti seorang siswa yang menghadapi ujian kenaikan kelas . Jika ia bisa lulus dalam ujian itu, maka ia akan memperoleh tingkatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Karena, kalau kita tidak pernah mendapatkan ujian itu, kita tidak akan pernah tahu sampai sejauh mana tingkatan iman kita kepada Tuhan kita. Yang Tuhan inginkan ialah kita bisa bangkit berdiri dari keterpurukan kita, tumbuh menjadi seorang pribadi yang lebih kuat, yang memiliki iman yang lebih besar daripada sebelumnya, dan tentu semakin menyandarkan diri kita yang kecil dan rapuh ini pada kuasa Tuhan yang tak terbatas.
Pernah juga seorang sahabat datang kepada saya dan bertanya, “ Saya sudah berdoa setiap hari, terutama meminta kesehatan dan umur yang panjang bagi seluruh anggota keluarga saya, tetapi mengapa Tuhan memanggil orangtua saya begitu cepat? Di saat saya masih mebutuhkan bimbingan dan pendampingan dari mereka? Seakan Tuhan tidak pernah mendengarkan doa-doa saya.”
Lantas saya menjawab ” Teman, tidak ada satupun doa yang tidak didengar oleh Tuhan. Ingatlah, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk-Nya selama di dunia ini tidaklah sia-sia. Kalau ternyata Tuhan memanggil kembali kedua orangtuamu untuk hidup selama-lamanya di surga bersama-Nya itu karena Tuhan begitu mengasihi mereka, dan Tuhan juga ingin melihat kamu dapat hidup lebih mandiri dan kuat untuk menghadapi kerasnya kehidupan di dunia ini. Dan ketahuilah, semakin dekat seseorang dengan Tuhan-nya bukan berarti jalan kehidupannya akan lancar-lancar saja. Tuhan pasti akan memberikan beberapa kerikil-kerikil kecil di sepanjang perjalanan hidup kita untuk menguji seberapa besar keimanan kita kepada-Nya. Yang tuhan inginkan ialah kita menyerahkan jiwa dan raga kita secara seutuhnya ke dalam tangan perlindungan-Nya. Karena, tidak akan ada satu hal pun yang dapat terjadi di dunia ini tanpa ijin-Nya. Sekarang, biarlah kedua orangtuamu mendapat kedamaian dan kebahagiaan abadi di surga. Doakanlah mereka selalu, dan aku yakin mereka juga akan mendoakan kamu kepada Tuhan. Amin”



Komentar Terakhir